Gimana cara mengatasi serangan karat bro?

Semarang kaline banjir… Dulu saya nggak paham kenapa lagu ini diciptakan. Ternyata memang ada alasannya bro. Setiap habis hujan jalanan pasti penuh air. Yah, memang bukan banjir betulan sih. Tp lumayan jg. Seringkali lebih dari mata kaki.

karat...

Dan yang banjir bukan hanya kalinya saja. Lautnya pun demikian. Banjir rob alias banjir air laut, melanda area sekitar pelabuhan. Efeknya lumayan dahsyat. Bukan masalah banjirnya, tapi efek yang ditimbulkan oleh si banjir ini. Motor / mobil walaupun usia masih muda baru beberapa tahun sudah berkarat dimana mana. Bahkan sampai protol bodinya padahal catnya masih kinyis kinyis. Hampir semua kendaraan yang berlalu lalang di area pelabuhan diserang karat.

Katanya ibu ibu pegawai senior untuk kendaraan ke tempat kerja harus korban satu. Karena walaupun sudah dikasih oli dan setiap pulang motor disemprot dan dicuci tetap saja kalah sama karat.

Nggak membayangkan kalau si byson diajak nyemplung banjir rob disini. Lawong kotor sedikit saja leher knalpot bisa menguning kalau nggak dibersihkan bener bener, apalagi kena air garam rob. Eman – eman.

Mungkin bro semua punya trik bagaimana cara menghindari karat?

*belum sempet foto2 kondisi realnya.. kapan2 saya buatkan artikel lagi

Posted in cerita | 30 Comments

Beraktifitas tanpa motor? ribet bro!

Setelah sekian lama akhirnya sempat ngenet juga. Akhirnya terdamparlah saya di daerah yang sama sekali belum saya kenal, di semarang. Kalau dulu dulu biasanya saya kemana mana pakai motor, sekarang harus akrab dengan angkutan umum.

langganan banjir rob disini bro..

Pantas saja motor di indonesia laris. Karena memang memakai angkutan umum tidak praktis. Untung saja masalah bisa diselesaikan. Saya dan beberapa teman kerja akhirnya sepakat untuk mencarter si angkot dan berlangganan antar jemput.

Urusan berangkat kerja beres. Namun tetap saja ribet tanpa keberadaan si roda dua ini. Mau kemana mana susah. Apalagi kos kos an saya berada di dalam perumahan. Kalau mau membeli kebutuhan sehari hari ke supermarket harus jalan dulu lumayan jauh. Termasuk untuk sekedar beli pulsa.

Memang roda dua sahabat sejati orang indonesia ya? cepat, efisien dan murah daripada angkutan umum, praktis. Jadi kangen si byson di rumah.

Posted in cerita | 39 Comments

Yang Punya Blog sedang Mengadu Nasib, ngeblog nya libur bentar ya…

Setelah sebulan terdampar di surabaya sekarang saya akan mengadu nasib lagi mas bro semua. Jadi mohon maaf kalau menu di blog ini untuk beberapa saat tidak update. Dan juga maaf karena mungkin akan jarang berkunjung ke blog mas bro semua, minimal untuk 20 hari ke depan. Mohon doa restunya ya. FU125 .wordpress.com akan kembali setelah semua urusan beres dan akan diupdate lagi. Salam bloggerhood…

mohon do'anya ya.. : )

Posted in OOT | 22 Comments

Kota Besar Ternyata Memang Bukan Tempat yang Ramah untuk Sepeda dan Pejalan Kaki

Selama di Surabaya saya menyadari beberapa hal terutama kondisi lalu lintasnya. Dulu saya sering mangkel kalau ada sepeda yang berhenti jauuh di depan garis, nyolong start sebelum lampu hijau. Setelah sempat mengamati 2 orang bapak-bapak mengendarai sepeda saya baru menyadari. Di tengah kepadatan kendaraan pengendara sepeda ini seolah terpinggirkan. Termasuk oleh sistem lalu lintas itu sendiri. Gimana tidak masih juga nggenjot ee.. lampu sudah merah lagi. Jangankan sepeda, lawong saya pakai motor saja kadang sampai beberapa kali si traffic light ganti ganti warna baru bisa lolos. Belum lagi kalau menyeberang ruas jalan yang tidak ada traffic lightnya, keliatannya lebih sengsara. Untuk masuk atau keluar dari arus diperlukan kecepatan yang lumayan tinggi. Bisa tambah ngos ngos an mancal si sepeda kalau mau nyebrang. Mungkin itu sebabnya jarang sekali terlihat sepeda disini. Mungkin lebih banyak orang membeli sepeda motor daripada sepeda ontel.

kalau jaman dulu sepeda masih nyaman dipakai di jalan jalan kota ya?

Nah, sepeda saja sudah ribet, apalagi kalau berjalan kaki. Untuk yang satu ini saya bukan pengamat, melainkan saya alami sendiri. Di salah satu ruas jalan yang sangat ramai di Surabaya, saya bermaksut menyeberang untuk naik bus kota. Pertam,a kalinya naik bus sejak entah kapan. Berjejal di dalam bus kota yang sebenarnya lebih mirip benda kotak berkarat yang diberi roda. Nah, jalan ini sangat ramai karena jalan arteri keluar masuk Surabaya. Apalagi pada waktu itu adalah jam pulang kantor. Arus seakan tidak pernah putus. Trus nyebrangnya gimana? Saya pun menuju zebra cross yang katanya jalur untuk menyeberang, yang menurut saya sebenarnya tidak ada bedanya nyebrang di zebra cross atau tidak. Sama sama berbahaya. Selain padat lalu lintas nya juga cepat. Kesenggol sedikit wassalam ini, batin saya. Baru menadari juga ternyata nyebrang itu susah karena biasanya selalu pakai motor. Atau mungkin sayanya yang ndeso entahlah. Akhirnya dengan teman saya pelan pelan berjalan ke tengah ruas jalan sedikit demi sedikit. Klakson bersahutan sana sini. Sempat juga ada pengendara vixion yang berhenti mendadak kaget karena ada yang nyebrang jalan. Akhirnya sedikit demi sedikit berhasil juga nyebrang. Cukup menegangkan dan sesekali diselingi lari lari kecil menghindari arus kendaraan.

Memang di kota yang serba cepat ini membuat yang geraknya lebih lambat serasa terpinggirkan. Mungkin kalau bahasa jawanya nek gak cepet gak keduman , kalau nggak cepat nggak kebagian. Yang lambat minggir sono jauh jauh, mungkin seperti itu ya. Karena saya merasa terpinggirkan saat itu.

Fasilitas yang ada pun terkesan tidak adil. Jembatan penyeberangan jarang ada. Apalagi jalur khusus sepeda, malah absen. Angkutan umumnya mengenaskan. Pantes kendaraan bermotor tambah laris. Jalanan tambah padat, macet. BBM tambah boros, subsidi tambah banyak, utang membengkak.

foto diambil dari:

mimisikembar.blogspot.com
garutonthel.wordpress.com

Posted in OOT | 14 Comments

Ada yang inden byson sampai 6,5 bulan lo.. gimana Yamaha?

Bagi masyarakat perobloggeran otomotif terutama indomotoblog dan sekitarnya pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu blogger yang menggunakan nick pak bambang nunggang jaran. Pak bro yang terkenal dengan komentar “apik apik apik” nya ini juga sudah terkenal sedang menunggu nunggu kehadiran yamaha byson .

Setiap ada pembahasan tentang yamaha byson pasti pak bro yang satu ini nongol. Termasuk akhirnya mampir di blog saya ini. Dan dari komentarnya diketahui kalau pak bro ini sudah menunggu selama 6,5 bulan. Ckckckck… bukan inden lagi ini namanya. Saya dulu inden Suzuki Raider 125 saja nggak sampai seheboh tu. Padahal dulu si raider aka fu125 ini didatangkan langsung dari thailand. Kira – kira sebulan motor sudah diantar ke rumah.

petikan komentar pak bambang nunggang jaran

Walaupun banyak ditulis byson lemot, motor plastik, segitiga retak tidak menyurutkan pak bro yang satu ini nampaknya. Tetap saja “apik apik apik” si byson. Terakhir di artikelnya juga membahas “perjuangan” meminta kejelasan indennya bisa dibaca di sini .

Saya sendiri ikut merasa heran. Justru konsumen seperti pak bambang nunggang jaran ini harus mendapat perhatian serius. Sudah terbukti loyalitasnya. Kalau perlu dikasih bysonnya gratis! (kok enak?hehe)

Mungkin saja ada pihak yang berwenang dari Yamaha membaca dan bisa memberikan penjelasan yang masuk akal tentang ini.

Posted in OOT | 61 Comments

Sebenarnya bagaimana sih etika mengunakan klakson?

Bunyi klakson memang tidak bisa dipisahkan dari jalanan Indonesia. Ditengah jalanan yang ramai pasti ada bunyi klakson bersahut sahutan. Tapi kadang seringkali klakson ini digunakan dengan agak lebay. Belum apa apa sudah tat tet tat tet. Bikin kaget saja. Pas ditengok jaraknya juga masih jauh. Masih aman.

Ada apa sebenarnya dengan fitur standar di kendaraan bermotor ini. Apa kalau nggak mencet klakson seperti ada yang kurang gitu ya? Sebenarnya sah sah saja sih membunyikan klakson. Fitur ini diciptakan memang untuk dibunyikan, untuk memberikan peringatan ke pengendara lain.

Saya sendiri jarang menggunakan klakson. Terutama pas menghadapi ibu ibu yang posisi kendaraannya nanggung, entah mau belok atau tidak. Karena kalau diklakson si ibu biasanya bingung mau jadi nyebrang atau nggak. Kalau si ibu sendiri saja bingung apalagi saya yang dibelakangnya. Tambah bingung mau disalip dari kiri atau kanan. Jadi mending saya mengurangi kecepatan, tunggu sebentar, baru disalip.

Mungkin sebaiknya dalam mengunakan klakson nggak usah lebay kali ya? kalau memang darurat dan dirasa perlu silahkan dibunyinyikan. Namun kalau memang tidak ada sesuatu yang mendesak mending nggak usah. Kurangi saja kecepatan biar aman. Biar nggak bkin kaget orang lain.

Posted in OOT | 14 Comments

Kopdar dengan BYONIC Surabaya – Kawanan Bysonnya Banyak Juga

Berawal dari salah seorang rekan yang juga anggota dari Byonic Surabaya, akhirnya saya tertarik juga untuk ikut kopdar. Dengan mengajak teman, karena masih bingung dengan jalan di Surabaya sampailah saya di seputaran jl. Ahmad Yani tepatnya di depan Royal Plaza. Celingak celinguk sana sini. Cukup mudah untuk menemukan kumpulan Yahama Byson di tengah kerumunan tempat parkir di daerah yang banyak penjual kaki lima menjajakan dagangnnya ini.

lokasi kopdar setiap hari rabu di depan royal plaza

Setelah berhenti di kerumunan tersebut salah seorang dari kerumunan yang asyik cangkruk melambai. Byson saya pun saya mundurkan untuk diparkirkan di deretan byson milik anggota byonic. Beres, saya pun dikenalkan oleh teman saya ke paketu byonic dan beberapa anggota byonic lainnya yang salah satunya ternyata dari byonic madiun. Saya pun tanya – tanya beberapa hal ke paketu yang ramah ini. Sembari ditemani wedang jahe hangat kami pun mengobrol.

kawanan byson yang hadir, sory fotonya dari buntut si byson, waktu ambil foto nggak pake sendal soalnya, males ke depan, hehe

Sesekali saya juga mengamati deretan Byson yang berjejer. Wih, ternyata byson saya yang paling unik. Unik karena masih standar sendiri. Warnanya abu abu pula. Hanya dua malam itu yang berwarna abu – abu, milik saya dan teman saya. Rata rata byson yang berjejer ini sudah terkena sentuhan modifikasi. Banyak racun modifikasi bertebaran. Ubahan yang dilakukan mulai dari mempermak buntut dengan memindah lampu belakang ke buntut, modifikasi spatbor belakang, visor, casing lampu variasi, ban besar, hingga ada yang benar benar racun yaitu ada yang memasang gps. Sekalian saya tanya tanya sebentar tentang gps ini ke pemiliknya. Jadi tambah pingin gps.

suasana kopdar

suasana kopdar

Sayangnya karena hujan rintik rintik turun, kawanan byson ini sepakat membubarkan diri. Sebelum bubar saya diinformasikan oleh paketu kalau sabtu juga ada kopdar tapi lokasinya did epan dealer Mitsubishi, yang tentu saja saya nggak paham dimana itu alamatnya, hehe, gampanglah nanti.

Posted in Yamaha Byson | 28 Comments