Kota Besar Ternyata Memang Bukan Tempat yang Ramah untuk Sepeda dan Pejalan Kaki

Selama di Surabaya saya menyadari beberapa hal terutama kondisi lalu lintasnya. Dulu saya sering mangkel kalau ada sepeda yang berhenti jauuh di depan garis, nyolong start sebelum lampu hijau. Setelah sempat mengamati 2 orang bapak-bapak mengendarai sepeda saya baru menyadari. Di tengah kepadatan kendaraan pengendara sepeda ini seolah terpinggirkan. Termasuk oleh sistem lalu lintas itu sendiri. Gimana tidak masih juga nggenjot ee.. lampu sudah merah lagi. Jangankan sepeda, lawong saya pakai motor saja kadang sampai beberapa kali si traffic light ganti ganti warna baru bisa lolos. Belum lagi kalau menyeberang ruas jalan yang tidak ada traffic lightnya, keliatannya lebih sengsara. Untuk masuk atau keluar dari arus diperlukan kecepatan yang lumayan tinggi. Bisa tambah ngos ngos an mancal si sepeda kalau mau nyebrang. Mungkin itu sebabnya jarang sekali terlihat sepeda disini. Mungkin lebih banyak orang membeli sepeda motor daripada sepeda ontel.

kalau jaman dulu sepeda masih nyaman dipakai di jalan jalan kota ya?

Nah, sepeda saja sudah ribet, apalagi kalau berjalan kaki. Untuk yang satu ini saya bukan pengamat, melainkan saya alami sendiri. Di salah satu ruas jalan yang sangat ramai di Surabaya, saya bermaksut menyeberang untuk naik bus kota. Pertam,a kalinya naik bus sejak entah kapan. Berjejal di dalam bus kota yang sebenarnya lebih mirip benda kotak berkarat yang diberi roda. Nah, jalan ini sangat ramai karena jalan arteri keluar masuk Surabaya. Apalagi pada waktu itu adalah jam pulang kantor. Arus seakan tidak pernah putus. Trus nyebrangnya gimana? Saya pun menuju zebra cross yang katanya jalur untuk menyeberang, yang menurut saya sebenarnya tidak ada bedanya nyebrang di zebra cross atau tidak. Sama sama berbahaya. Selain padat lalu lintas nya juga cepat. Kesenggol sedikit wassalam ini, batin saya. Baru menadari juga ternyata nyebrang itu susah karena biasanya selalu pakai motor. Atau mungkin sayanya yang ndeso entahlah. Akhirnya dengan teman saya pelan pelan berjalan ke tengah ruas jalan sedikit demi sedikit. Klakson bersahutan sana sini. Sempat juga ada pengendara vixion yang berhenti mendadak kaget karena ada yang nyebrang jalan. Akhirnya sedikit demi sedikit berhasil juga nyebrang. Cukup menegangkan dan sesekali diselingi lari lari kecil menghindari arus kendaraan.

Memang di kota yang serba cepat ini membuat yang geraknya lebih lambat serasa terpinggirkan. Mungkin kalau bahasa jawanya nek gak cepet gak keduman , kalau nggak cepat nggak kebagian. Yang lambat minggir sono jauh jauh, mungkin seperti itu ya. Karena saya merasa terpinggirkan saat itu.

Fasilitas yang ada pun terkesan tidak adil. Jembatan penyeberangan jarang ada. Apalagi jalur khusus sepeda, malah absen. Angkutan umumnya mengenaskan. Pantes kendaraan bermotor tambah laris. Jalanan tambah padat, macet. BBM tambah boros, subsidi tambah banyak, utang membengkak.

foto diambil dari:

mimisikembar.blogspot.com
garutonthel.wordpress.com

About raiderobie

motorcycle lovers
This entry was posted in OOT. Bookmark the permalink.

14 Responses to Kota Besar Ternyata Memang Bukan Tempat yang Ramah untuk Sepeda dan Pejalan Kaki

  1. black rider says:

    surabaya gt lho mas bro… ke surabaya ga ada kabar sama sekali rek :p

  2. agungsevi says:

    keduaxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx…………………….

  3. Basho says:

    Betul bro. Saya sendiri juga merasakan. Dulu, dari jaman SD sampe SMU, naek sepeda itu masih kerasa nyaman. Maklum, saya tinggal di kota kecil. Saking nyamannya, naek sepeda bukan cuma sekedar keliling kota aja, tapi juga bisa merambah ke desa2 sekitar yang jarak tempuhnya bisa puluhan kilometer. Sekarang? Saya udah ngga berani. Terlalu beresiko. Lalulintas udah terlalu rame. Sekarang kalo naek sepeda paling cuma bisa ambil lajurkiri dan selalu belok kiri. Terus aja belok kiri tiap ketemu perempatan/lampu merah, sampe akhirnya ketemu dengan rumah saya lagi. Tapi gara2 itu jarak yang ditempuh jadi cuma sekitar 2 km. Jadi saya terpaksa harus ngulangi sebanyak 5 putaran. Tapi gara2 itu bersepeda jadi membosankan, karena selalu menemui rute dan pemandangan yang sama. Tapi harus gimana lagi? Sekarang ini nyebrang jalan pake sepeda dirasa udah terlalu beresiko. Makanya saya setuju dan mendukung sekali diadakannya car free day. Cuma dengan cara seperti itu bersepeda bisa kerasa aman dan nyaman…..
    Mengenai kota Surabaya,saya pernah nemuin pemandangan unik waktu sedang berkunjung ke Surabaya. Waktu itu saya sedang naik taksi. Diperempatan lampu merah yang cukup padat dengan kendaraan bermotor, ada satu pengendara sepeda nyempil di lajur sebelah kiri. Pas diperhatiin, ternyata si pengendara sepeda adalah seorang bule/foreigner, lengkap dengan busana kerja (kemeja lengan panjang dan berdasi). Seorang bule, yang belum tentu terbiasa dengan iklim tropis Surabaya yang panas. Seorang bule, yang tentunya taraf hidupnya pasti lebih tinggi dibanding penduduk pribumi kebanyakan, tapi mau bela2-in berangkat kerja pake sepeda. Saya cuma bisa salut ama itu bule😀

    • raiderobie says:

      wih, saya suka komen kayak gini, hehe, iya mas bro.. kadang pingin juga jalan / naik angkutan umum…naik motor mata pedas kena asap..tp ya itu angkutan umumnya tidak memenuhi syarat..
      orang luar emang gitu, sini aja mungkin yang lebay y

  4. kang_ulid says:

    makanya kalo mo nyebrang jalan tetep lebih enak di daerah, apalagi di pedasaan jarang ada kendaraan lewat…

    nitip lapak
    http://jheren.wordpress.com/2011/05/26/apa-yang-harus-ku-lakukan-dengan-uang-sebanyak-itu/

  5. blognyamitra says:

    Kalo disini lebih parah lagi😀

  6. dnugros says:

    hidup dikota besar memang harus serba cepat mengikuti tuntutan yang ada disekitar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s