Standar VS Variasi

Dalam perjalanan ke malang, selain harus berhenti karena dudukan plat nomor saya patah, juga harus berhenti karena operasi lalu lintas. Lagi asyik asyiknya miring rebah di tikungan yang lumayan panjang, saya dikejutkan new scorpio putih dengan arah berlawanan di tepi jalan. Ternyata new pio tersebut dinaiki pak polisi. Lagi ada razia ternyata. Dan pio tersebut kelihatannya disiapkan sebagai pengejar kalau kalau ada yang kabur.

Setelah hampir melewati razia, akhirnya saya pun disuruh berhenti. “selamat pagi.. bla bla pemeriksaan bla bla bla.. kata pak, eh, mas petugasnya. Waduh, dompet saya letakkan di dalam tas. Akhirnya setelah bongkar bongkar cover bag, tas, dompet ketemu. Saya kasihkan sim sama stnk. Aman, karena lampu pun tadi juga menyala. Namun ternyata pak petugas nemu satu, “Mas Robby (tau nama saya dari sim/stnk… saya gak kenal… hehe) ini spionnya tidak standar ya? Ini peringatan saja… nanti diganti sama yang standar..”. Memang sih, spion saya tidak standar, saya pakai spion koso abal abal kw 1000. Saya cuma ya ya saja biar cepet.

spion variasi kayak gini boleh nggak ya?

Sebenarnya part variasi itu diperbolehkan nggak ya? Karena saya lirik di spion, motor motor lain di belakang saya pas pemeriksaan banyak juga yang memakai spion serupa. Namun, karena saya diperingatkan maka saya berasumsi kalau variasi semacam ini melanggar peraturan.

Sebenarnya mudah untuk membasmi part variasi kalau memang dikatakan melanggar peraturan lalu lintas. Razia saja toko toko variasi. Pasti disana nemu berbagai part yang mungkin dianggap melanggar peraturan. Atau kalau mau lebih sip lagi ke pabriknya. Seharusnya sebelum part variasi tersebut masuk ke pasaran ada semacam badan yang memberikan sertifikasi. Layak tidak part tersebut. Karena menurut saya walaupun variasi tidak selalu jelek, kadang bahkan fungsinya lebih baik selain memang desainnya biasanya lebih keren. Nah, setelah disertifikasi, masuk kepasaran, part ini legal untuk dipakai, dan tidak ada lagi alasan melanggar karena ini bukan standar.

Sebaiknya dibuat aturan yang lebih jelas mana yang boleh dan tidak, dan bagaimana variasi yang boleh dan tidak untuk dipakai. Karena di aturan UU No 22 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan seringkali terlalu umum. Kalau perlu ditambah satu pasal / bab lagi khusus untuk membahas variasi ini. Karena seringkali masalah part variasi ini dijadikan obyek dagangan kalau ada razia.

About raiderobie

motorcycle lovers
This entry was posted in OOT. Bookmark the permalink.

27 Responses to Standar VS Variasi

  1. Maskur says:

    yang jelas kalo variasi biasanya tampilanya kurang cembung, jadi terlalu dekat

  2. jakatimur says:

    betul kata bro maskur dan bro varioputih, umumnya kacavariasi tidak cembung makanya pandangannya terlihat sempit. tapi jujur aja kaca spion nmp saya juga terlihat sempit dibandingkan kaca megapro 2003 lawas saya.

    mungkin nanti ada cek label SNI terhadap produk-produk variasi… halah…

  3. Gendown says:

    Spion ane juga koso KW-KWan:mrgreen: , kalau menurut ane sih itu gak melanggar sih, soalnya juga lebar & gak pendek trus masih mudah melihat belakang, ane aja kalau kena momen(razia) aja gak ditanya-tanya spionnya, malah ane agak mikir kalau razianya itu jangan-jangan peresekongkolan belaka biar nambah dompet likPol:mrgreen: (teori konspirasi tingkat teri):mrgreen:

  4. asmarantaka says:

    haish2..hrga pertamax naik..masak pio baru dikasih inum premium…ngk banget ah:mrgreen:
    makanya polkis mulai nilang spion….polkis yg aneh:mrgreen:

  5. blognyamitra says:

    Spion variasi gak ada untungnya mas, udah cerminnya datar (gak cembung) seperti yang dibilang pakdhe Maskur juga bahannya jelek (gampang patah). Selain itu di beberapa kota pake spion variasi bisa ditilang ama polisi karena menyalahi aturan. (pengalaman pribadi waktu di Malang)

  6. HANSJIE says:

    iyaw tu di daerah situ aq juga kena, motor+spion kayak ente tapi langsung ditilang minta sidang ditempat!!!

  7. #99 bro says:

    DAMAI ITU INDAH….

  8. Motken says:

    mungkin polisinya ga nemu kesalahan jadinya mencari-cari kesalahan om😀

    nitip lapak om: Motor Balap Livery Facebook
    http://motorkencang.wordpress.com/2011/02/17/livery-facebook-fanpage-di-suzuki-gsx-r600-elena-myers-ama-supersport-2011/

  9. gaplek mania says:

    salah ketik.hi hi hi
    mbuhlah.kadang2 jadi ragu aku.dulu naik tiger sih gak pernah distop.walau ada razia.yg lain disuruh minggir.aku udah ngesein kiri mau minggir.sama pak polisi disuruh jalan terus.udah 4x kaya gitu.
    *setandart smua.spion lengkap.he he he

  10. Cicakmerah says:

    spion standar yg palng keren ya sat FU150.

    yaa, yg namanya variasi, baik itu knalpot, lampu, spion, ampe plat nopol [mungkin masi banyak lagi]. klo udah menyalahi aturan n polantasnya pintar ngendaliin situasi, pasti kena tilang😀

    • Gendown says:

      Kalau kromnya emang keliatan bagus punya FU150, cuma model buah pirnya nggak banget+kepanjangan:mrgreen: , kenapa ane berani bilang gini… La wong motor ane juga FU150, spion yang menurut ane catnya tebel,keren+gak begitu pendek,kacanya cembung lebar cuma punya CS1…

  11. vanz21fashion says:

    mungkin maxud papol-nya dari segi fungsi kali masbro.. apakah spionnya fungsional ato ga. kan ada juga riders yang ganti spion pendek sampe dipake ngeliat keadaan di belakang aja gabisa.. so mungkin asumsi papol-nya spion KW1000 masbro itu (hehehe.. peace) sama kayak spion pendek lainnya yg ga fungsional..

  12. Pingback: Seberapa Penting Spion di Motor… « Triyanto Banyumasan Blogs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s