Belajar Toleransi Berlalu Lintas dari Sopir Angkutan Barang

foto: mbah gugel

Setelah lulus bulan kemaren, sambil mencari cari lowongan pekerjaan yang cocok, saya juga bantu bantu usaha bapak saya dirumah. Saya memilih untuk membantu masalah transportasi dulu saja. Kirim kirim barang. Sebenarnya sejak kuliah saya juga sudah sering membantu, tapi baru sekarang ini bisa intens. Banyak pengalaman unik yang saya dapatkan dijalan sebagai “supir”.

Walaupun hidup para supir di jalan biasanya keras, tapi mereka punya etika yang bagus bro. Jarang ada yang berkendara sakarepe udel e dewe. Karena mungkin sebagian besar umur dihabiskan dijalan, jadi mereka sudah paham betul bagaimana bersikap. Mereka juga menghargai supir supir lain yang seperjuangan. Salah satu etika yang patut diacungi jempol adalah mereka tidak egois bro. Sadar kalo jalan raya itu milik bersama. Sering saya temui, truk bermuatan berat yang melaju pelan sekali di jalan. Na, si supir truk pun sadar kalo dia berjalan pelan maka memberi kesempatan kendaraan di belakangnya untuk mendahului. Dengan cara sedikit menepi untuk memberikan ruang yang lebih banyak. Sering saya ketika akan menyalip, ketika sudah menyalakan sein dan posisi kendaraan agak menengah, otomatis si supir truk menepikan kendaraannya. Bahkan yang membuat suasana supirship (apa ya istilahnya, hehe) semakin kental, pak supir yang budiman ini mengeluarkan tangannya dari jendela seolah berkata “monggo mas kalo mau nyalip”. Atau juga dengan tanda jempol yang bisa diartikan aman untuk menyalip. Sebagai ucapan terima kasih biasanya saya sempatkan membunyikan klakson untuk menyapa.

Ada lagi yang menambah persaudaraan diantara supir. Namun sekarang sudah mulai luntur dan jarang saya temui. Dulu saya sering ikut bapak saya pas saya masih kecil. Sesama supir mempunyai semacam kode rahasia apabila ada razia aparat kepolisian (jangan ditiru..xixi) jadi sewaktu berpapasan dengan kendaraan lain yang sarat muatan dan keliatannya akan “kena” maka si sopir yang baru saja melalui razia akan memperingatkan terlebih dulu. Dengan cara menyalakan lampu jauh dan memberikan kode dengan tangan. Namun sekarang saya belum pernah menemui, mungkin juga karena daerah yang saya lalui jarang ada razia.

Alangkah indahnya ya kalo bikers juga begitu. Saling menghargai satu sama lain sesama pengguna jalan.

About raiderobie

motorcycle lovers
This entry was posted in opini, safety riding campaign. Bookmark the permalink.

12 Responses to Belajar Toleransi Berlalu Lintas dari Sopir Angkutan Barang

  1. touringrider says:

    kalau saya sering ngasi kode dim dan tangan, jari telunjuk dan tengah diacungkan ke atas dan bawah. kayak kampanyae golkar dulu.:mrgreen: .

  2. edo says:

    salam kenal bro, blognya cukup menarik. salam

  3. Imam Maskur says:

    iya bener memang begitu, tapi yen neng tanjakan yo ora iso

  4. snalpot99 says:

    wah so sweet, ak mlah ga merhatiin truk dijalan..

  5. Dani Ramadian says:

    Bro…
    Ada kabar terbaru dari Mario.
    U test ride media plus blogger yang di Kénjéran
    diadakan Kamis tgl 9 besok. Yg 12 Desember
    untuk umum plus launching.
    Mungkin maksudnya, kalo minggu 12, ntar nggak
    tuwuk, jadi ditawarkan tgl 9 itu supoyo bener²
    bisa puas mereviewnya…

    Gimana???
    Mau ikutan???🙂

  6. Suamisiaga says:

    Saya hampir tiap hari d jalan make truk box engkel bro. bener bgt yg bro tulis diatas. di jalan gak ada yg ngalahin tertib n toleranya sopir truk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s